2020

RESPON AWAL TERHADAP COVID-19

821    02 Januari 2021

Selama pandemi COVID-19, Cordad di Indonesia menjalankan 3 program di berbagai lokasi di Indonesia, salah satunya Program Pemulihan paska bencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi di Sulawesi Tengah melalui Konsorsium Emergency Response Capacity Building (ERCB). Karena kasus positif COVID-19 di Indonesia meningkat sangat pesat, sejak minggu ke 2 Maret 2020, rencana kontingensi organisasi untuk semua program pun diaktifkan.

Akibatnya, semua kegiatan program yang sedang berlangsung terutama yang melibatkan banyak orang dihentikan untuk sementara hingga tanggal 29 Mei 2020, sesuai dengan Masa Tanggap Darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Nasional. Beberapa kegiatan program yang dapat dikelola dari jarak jauh tetap dilaksanakan hingga sekarang. Koordinasi dan komunikasi dengan semua mitra secara rutin diadakan secara daring. Skenario keterlambatan 3 bulan dan skenario keterlambatan 6 bulan dari program-program yang telah direncanakan untuk fase ketiga di Sulawesi pun disusun.

Inventarisasi kegiatan program untuk semua program yang sedang berlangsung disiapkan untuk mengidentifikasi kegiatan mana yang harus mengalami penyesuaian. Berdasarkan inventarisasi kegiatan program yang dibuat, skenario keterlambatan 6 bulan sepertinya menjadi plihan dan beberapa penyesuaian mengenai jadwal proyek diusulkan demikian juga realokasi anggaran untuk program yang sedang berjalan.

Terkait respon COVID-19, ERCB walaupun melakukan hibernasi atas program-program yang sedang berjalan, karena sebagian besar aktivitas dalam program tersebut melibatkan pertemuan dengan banyak orang, di tahap-tahap awal menyiapkan dan menyebarkan materi-materi edukasi berupa video. Video edukasi tersebut mengajak masyarakat agar terhindar dari penularan COVID-19. Video yang sementara ini sudah dibuat bersama mitra ERCB, Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), antara lain: 1) Enam Langkah Mencuci Tangan, 2) Jangan Batuk/Bersin Sembarang, 3) Pentingnya Mencuci Tangan dengan Sabun di Air Mengalir, dan 4) Ajakan untuk mengenakan masker terutama masker kain.

Selain materi berupa video, ERCB bersama mitra yang lain, yaitu Bina Swadaya dan mitra lokal mereka, Yayasan Merah Putih (YMP), melakukan pemasangan spanduk edukasi tentang COVID-19 di tempat-tempat strategis di Desa Loli Saluran dan Desa Labuan Salumbone, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.  Pemasangan tersebut dilakukan bersama Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB) bentukan di masing-masing desa.

Layanan konsultasi psikologi secara daring pun diberikan. Layanan konsultasi secara cuma-cuma ini terbuka untuk siapa saja yang merasa takut atau cemas terkait COVID-19. Dengan mengusung tema “Bersama kita kenali, cegah, dan putus rantai penularan COVID-19” dan tagar #dirumahaja, Mengty D. Benu dari YPI memberikan layanan konsultasi tersebut melalui sebuah hotline.

Untuk langkah ke depan, masih terkait respon COVID-19, ERCB merencanakan untuk melakukan respon COVID-19 terutama di tingkat desa dan kelurahan. Mengisi gap, apa yang belum terpenuhi di desa dengan melakukan pemberdayaan masyarakat menjadi rencana ERCB dalam respon tersebut. Namun tentu saja dengan tidak mengabaikan himbauan-himbauan tentang untuk menjaga jarak fisik yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kesiapsiagaan warga desa untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 boleh dibilang luar biasa. Di Desa Salua, yang menjadi pintu gerbang Kecamatan Kulawi, dari arah kota Palu, terdapat Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Setiap orang yang akan ke arah Kulawi harus mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan, melaporkan diri ke petugas posko, menjelaskan asal, maksud, dan tujuan kedatangan ke Kulawi. Serta diperiksa kondisi kesehatannya. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Kulawi, kendaraan pun disemprot dengan desinfektan.

Di salah satu desa di Kecamatan Kulawi, yaitu Desa Tangkulowi, terpasang baliho himbauan, yang diantaranya menghimbau agar pendatang melaporkan diri ke pemerintah desa. Warga yang baru tiba dari luar daerah diwajibkan untuk memeriksa kesehatan mereka di puskesmas. Himbauan lain diantaranya pemberlakuan jam malam, penyediaan tempat cuci tangan dan sabun di setiap rumah, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kepala Desa Tangkulowi, Kristison Towimba, pada satu kesempatan, memimpin sendiri Relawan COVID-19 di desa tersebut untuk melakukan penyemprotan desinfektan rumah-rumah dan fasilitas umum yang ada. (mdk)

Berita Terkini